Pemburu, pencari jejak dan. Binatang!

Si pencari jejak mengatakan kepada sang Pemburu. “Dia barusan lewat, terlihat dari ranting kecil ini dan beberapa daun tak berdaya gugur tak wajar.”
 
Sang Pemburu,” Sudah sering Binatang ini merusak dan membuat onar di kampung dan mengganggu kesejahteraan masyarakat.” ungkapnya dengan nada geram.
 
“Mahluk ini seakan meremehkan keberadaan manusia, padahal dia akan mati. Pengalamanku selama ini dalam mencari jejak sangat bisa diandalkan. Dari kotoran dan bau tubuhnya saya bisa memberikan petunjuk kepada anda identitas Si Perusak ini.” ungkap Si Pencari Jejak sambil berusaha meluruskan kembali ranting kecil yang patah akibat dilewati mahluk tanpa otak dan bertindak semaunya itu.
 
“Hanya karena dia kuat dan mempunyai taring besar. Cuihh!! Tidak ada artinya sama sekali bagiku. Akan kupersembahkan kepalanya kepada para penduduk jelata yang selama ini telah dia aniaya.” tukas Si Pemburu berang.
 
Sementara Binatang Jalang itu semakin membuat kerusakan dan merusak seluruhnya sekehendak perutnya. Dia lapar maka dia makan hak yang bukan miliknya. Dia tidak peduli dengan kesusahan yang dialami oleh orang lain, dan tidak menggubris jeritan-jeritan yang didengarnya, dianggapnya hanyalah nyanyian melankolis teman tidur kenyangnya.
 
“Dasar binatang” tambah Si Pemburu
“Akan kuledakkan kepalanya, dengan senapan-ku ini!”
 
Sang Pemburu dan Si Pencari Jejak sedang bergerak menuju ke arahmu hai Pembuat Petaka, Penyebab derita rakyat, Pengotor Kedamaian.
Bersiap-siaplah !

Iklan

Maukah kau bersamaku

Maukah kau berjalan bersamaku?!
Berboncengan atau kau yang menyetir. Desir angin membawa aroma tubuh masing-masing. Aroma nyata atau parfum pilihan hidung jambu gemasmu.
 
Maukah kau menemaniku?!
Pegangi pakaianku, dekaplah. Lihat…! aku berlari menyongsong ombak yang merentangkan tangannya, memeluk dan mengajakku bermain. Visimu luas memandangi perpaduan laut dan cakrawala di hari teduh berangin sepoi tersebut. selesai bergumul dengan cengkrama ombak. Sambut aku seperti ombak menyambut kedatanganku. Kita berpandangan, matamu dalam dan sendu, tersenyum. Membangkitkan gelora dada, tetapi tetap teratur dengan kekuatan silsilah, ayah bunda dan apa saja yang telah membentuk sifat pengasih pada dirimu.
 
Maukah kau bersamaku ?!
Ke kebun dengan pondok panggung mungil di tengah-tengahnya. Palawija yang beraneka dan tersusun apik, kontras dengan suasana hutan, layak kediaman Tarzan dan Jane di pedalaman Afrika. Dikau memilah dan menyusun kayu bakar di kolong pondok dapur serta menyalakan api ditungku semen sederhana itu. Aku menyiangi gulma tanaman. Kita asyik dibuai oleh alam yang membelai jiwa dalam kerja dan kesenangan. Mari bersantap dengan lahap masakan khas kebunmu. Abaikan daki, tanah atau kotoran yang sebetulnya berkah. Inilah keringat sahaja seorang petani. Sejenak rasakan surga para maritim. Sensasi kebahagiaan yang bagiku sangat mahal.
 
Maukah kau kuajak berbaring ?!
di puncak bukit Maras atau apalah. Saat musim bintang sedang melimpah bertebar di cakrawala malam. Kerlap-kerlipnya memandikan kita dengan terapi dari penat tubuh, gundah hati,kecamuk pikiran dan nestapa.
Kau bercerita dan aku mendengarkan. Lepaskan ceritamu, anggap aku tidak ada. Kisahkan dengan manja, dalam bahasa apa saja. Keluarkan dan aku akan selalu mendengarkan.
 
Maukah Engkau bersamaku?

Album, teman.

Teman,
bukalah kembali album-album itu.
Apakah aku masih ada di situ,
atau engkau tidak ingat samasekali.
 
Teman.
Lihatlah wajah-wajah ini.
Ekspresi yang pernah kita kasihi dan menyayangi kita.
Beberapa masih ada, sebagian telah pergi,
dan banyak yang telah berubah
 
Teman.
Lihatlah kembali dengan mata cinta.
Tawa dan senyuman itu.
 
Saat duka-kesedihan melihatnya, menangislah!
Saat bahagia hatimu, tersenyumlah!
Saat bimbang, bermohonlah!
Saat bergetar, bangkit! Semangatlah!
 
Teman.
Tutup kembali album ini dan ingatlah selalu
Pengobat saat sedang luka.
Peluluh kekerasan hati.
Pelebur benci.
Motivasi dan penuai rasa.

Berargumen demi

Sebuah pembelaan

Ditulis 29 Sept 2010

Tradisi syawal di Boyolali menyambut bulan Hijriyah. Sunan Kalijaga memberikan wejangan dan berinteraksi dengan masyarakat Jawa dengan kemahiran pentas wayang goleknya.

Tradisi dalam masyarakat berpadu dengan peradaban Islam yang mengental menghasilkan penganan kultur baru dari keberagaman menakjubkan di Indonesia. Sesungguhnya ini adalah kekayaan yang tidak dimiliki oleh banyak bangsa.

Kesadaran terhadap keanekaragaman merupakan sebuah hal vital yg mesti ditanamkan sebagai dasar dari bagian bangsa berbudaya. Termasuk keanekaragaman yang menimbulkan keramahtamahan solusi budaya.

Konflik dengan Malaysia baru baru ini merupakan benturan keras terhadap rasa nasionalis kebangsaan yang terlihat mulai lumpuh. Ini adalah Manut kebangsaan yang keliru. Gejala ini memberikan sinyal buruk terhadap rasa nasionalis dan harga diri dari kebijakan pemerintah terhadap bangsa secara nasional dan statistikabel, maka Indonesia harus membusungkan dada sekadar memberi kejelasan terhadap arogansi malaysia yang tidak tau asal usul atau kacang lupa kulit bagi negara besar seperti Indonesia.

Jika Malaysia berani menentang Indonesia maka seharusnya kah Indonesia mengurut dada!

Siapa bilang Indonesia tak maju!..

Kenapa? Karena kedisiplinan yang aneh, etos kerja yang semerawut dan atau banyaknya kasus terjadi di Indonesia tanpa penyelesaian berarti sehingga diremehkan dimata dunia terkhusus Malaysia?!

Indonesia adalah negara kesatuan bukan negara dominion. Indonesia terdiri dari banyak pulau, rumpun dan suku. Wajarlah kiranya sebuah rumpun seperti Malaysia berceloteh dan berkicau didalam sangkar yang terdapat ratusan burung indah didalamnya.

Malaysia tak lebih dari sekedar pulau kecil diantara sekian banyak pulau di Indonesia. Hanya karena kurang tau dengan sejarah dan peradaban membuat Malaysia lupa pada indungnya.

Bagi Sumatera barat, Malaysia tak lebih dari seorang Malin Kundang abad milenium. Atau menurut Sunda, Malaysia hanyalah perwujudan Lutung Kasarung yang baru mau baik disaat sudah menjadi ‘beruk’. Atau Si Joko Tole, yang mencuri pakaian bidadari lalu dijadikan istri tetapi pada akhirnya meninggalkannya.
Bahkan jika dipadukan dengan film hot. Film ariel dan luna jauh lebih mendunia dibandingkan dengan film amatiran Malaysia yang tak berkelas dan tak menembus pasar dunia.
http://facebook.com/note.php?note_id=495000501518&refid=21&m_sess=soyQoMCp-JKxjK7Mx

Sang Penyair Patah Hati

Sang Penyair Patah Hati

Seseorang yang mengalami patah hati karena cinta. Dunia seperti tak ada rasa lagi baginya. Seperti hal-nya seorang Kahlil Gibran, tetapi patah hati ini membuat dirinya menjadi besar. Many men owe the grandeur of their lives to their tremendeous difficulties. ~Charles H. Spurgeon (banyak orang yang menjadi besar karena kesulitan hidup yang dilalui-nya). Patah hati yang dia bertarung dengan kepahitan, sakit, tercabik dan tersayat sehingga rasa telah menjadi penghantar untuknya memberitahu kepada semua orang yang kebanyakan tak sanggup bertarung didalam planet cinta sejati.

Kahlil adalah seorang pemuda yang memiliki ambisi besar untuk meraih asa dan citanya menjadi seorang seniman. Cintanya kepada seorang wanita, Mary Haskell, telah memotivasinya meraih mimpi. Kahlil Gibran terobsesi pindah dari Boston ke Newyork untuk menggapai cita-citanya memiliki studio sendiri, setelah pertemuannya dengan Mary gadis pemikat hatinya dan pengutaraan niat Kahlil untuk menikahi Mary. Semenjak perpisahan itu mereka berkirim surat satu sama lain, saling menginspirasi, bercinta dan membuai. (Lihat di surat surat cinta Kahlil Gibran dan Mary Haskell ; 1918-1931,Pada
Buku Wasiat sang Penyair)

M Natsir dalam Capita Selecta-nya mengatakan selain dari maxterw (optimis) ada juga minderw (pesimis). Keseimbangan adalah faktor terpenting dalam memaknai hidup. Kahlil telah berada pada kedua fase berlawanan tesebut (optimis dan pesimis). Cinta telah melesatkan impiannya untuk memiliki studio seni sendiri, sedangkan pada Mei 1926 adalah proses pemantapan mental terpuruk dan tersayat-nya, dengan menikahnya Mary (wanita pemotivasinya) terhadap Florence (suami Mary). Padahal sebelumnya Gibran memahami sejak awal pembicaraanya dengan Mary dan mengingatkan bahwa Florence senantiasa menekankan rayuannya kepada Mary dan Mary harus bertindak sesuai dengan kata hatinya.

Surat menyurat antar Mary dan Gibran masih terus berlangsung walau status Mary adalah istri Florence. Bahkan Gibran mampu mengatasi keterpurukan gundah gulana hatinya dalam setiap kalimat didalam suratnya terhadap Mary. Sungguh dapat dibayangkan kebesaran hati Gibran menerima kesakitan terkhianati oleh cinta sejati.

Surat Mary terhadap Gibran
Savanah Georgia
”Ada banyak pertanyaan …(berisi mengenai cerita perjalanan Mary dan Florence di sebuah Taman Nasional)
…jika engkau bertemu adikmu Marianna- Sampaikan salam sayangku kepadanya.

Dengan penuh kasih
Mary

Dapat dilihat dari paragraf penutup surat Mary bahwa dia sangat merasa bersalah terhadap Kahlil dengan ucapan basa basinya-‘salam kepada adik Kahlil, Marianna. Dan wasiat terakhir Mary dikala maut telah dekat kepadanya,” Aku tidak ingin ada upacara pemakaman yang diberikan untukku dan jasadku akan dikremasi dan debu debunya tidak perlu dikumpulkan. Namaku akan ditambahkan ke nama suamiku pada batu nisannya di pemakaman Laurel Grove.” Mary meninggal pada 9 Oktober 1964. Sedangkan suaminya telah mendahuluinya pada 13 September 1936.

Berikut Surat Kahlil kepada Mary

November 7th, 1927

“…lebih dari sekali, selama beberapa hari yang lalu aku dibuat malu dengan pernyataan, kedekatan cinta kasih dan pengertian.
… Dan engkau tahu Mary, aku sangat rindu kampung halaman, namun lebih baik aku tinggal disini dan bekerja. Aku bisa mengerjakan pekerjaanku dengan lebih baik didalam ruangan asing dan tua ini daripada ditempat lain. Ya, aku membutuhkan kehangatan musim dingin ini.

Kahlil

Hidup dalam patah hati dan terkhianati cinta, sungguh pengalaman yang sangat tidak diinginkan oleh bahkan setiap orang. Kahlil mampu hidup dengan itu, malah menjadi kekuatan yang membuat karyanya sebagai seorang penyair-pun rampung. Salah satu nya adalah ‘the prophet’.

B C. Forbes mengatakan history has demonstrated that the most notable winners usually encountered heartbreaking obstacle before they triumphed. They won because they refused to become discouraged by their defeats. (Sejarah telah memperlihatkan bahwa para pemenang yang paling terkenal biasanya menemui rintangan yang menyayat hati sebelum mereka menang. Mereka menang karena tidak mau patah semangat oleh kekalahan kekahalan mereka). Dilematis dari rasa hati terpuruk dan komplek malah menciptakan sebuah kekuatan yang maha besar sehingga dunia menjadi sangat kecil dan tidak ada apa apanya. Cinta memang berbahaya dan menjerat. Ibarat lubang hitam/black hole angkasa bila terperosok maka tidak ada yang tahu apakah keluar atau kembali semula. Namun tidak Kahlil. Dia adalah salah satu yang mampu keluar dari kepelikan tersebut dan berevolusi menjadi penyair patah hati yang menakjubkan.


Fadjri Doel