Sang Penyair Patah Hati

Sang Penyair Patah Hati

Seseorang yang mengalami patah hati karena cinta. Dunia seperti tak ada rasa lagi baginya. Seperti hal-nya seorang Kahlil Gibran, tetapi patah hati ini membuat dirinya menjadi besar. Many men owe the grandeur of their lives to their tremendeous difficulties. ~Charles H. Spurgeon (banyak orang yang menjadi besar karena kesulitan hidup yang dilalui-nya). Patah hati yang dia bertarung dengan kepahitan, sakit, tercabik dan tersayat sehingga rasa telah menjadi penghantar untuknya memberitahu kepada semua orang yang kebanyakan tak sanggup bertarung didalam planet cinta sejati.

Kahlil adalah seorang pemuda yang memiliki ambisi besar untuk meraih asa dan citanya menjadi seorang seniman. Cintanya kepada seorang wanita, Mary Haskell, telah memotivasinya meraih mimpi. Kahlil Gibran terobsesi pindah dari Boston ke Newyork untuk menggapai cita-citanya memiliki studio sendiri, setelah pertemuannya dengan Mary gadis pemikat hatinya dan pengutaraan niat Kahlil untuk menikahi Mary. Semenjak perpisahan itu mereka berkirim surat satu sama lain, saling menginspirasi, bercinta dan membuai. (Lihat di surat surat cinta Kahlil Gibran dan Mary Haskell ; 1918-1931,Pada
Buku Wasiat sang Penyair)

M Natsir dalam Capita Selecta-nya mengatakan selain dari maxterw (optimis) ada juga minderw (pesimis). Keseimbangan adalah faktor terpenting dalam memaknai hidup. Kahlil telah berada pada kedua fase berlawanan tesebut (optimis dan pesimis). Cinta telah melesatkan impiannya untuk memiliki studio seni sendiri, sedangkan pada Mei 1926 adalah proses pemantapan mental terpuruk dan tersayat-nya, dengan menikahnya Mary (wanita pemotivasinya) terhadap Florence (suami Mary). Padahal sebelumnya Gibran memahami sejak awal pembicaraanya dengan Mary dan mengingatkan bahwa Florence senantiasa menekankan rayuannya kepada Mary dan Mary harus bertindak sesuai dengan kata hatinya.

Surat menyurat antar Mary dan Gibran masih terus berlangsung walau status Mary adalah istri Florence. Bahkan Gibran mampu mengatasi keterpurukan gundah gulana hatinya dalam setiap kalimat didalam suratnya terhadap Mary. Sungguh dapat dibayangkan kebesaran hati Gibran menerima kesakitan terkhianati oleh cinta sejati.

Surat Mary terhadap Gibran
Savanah Georgia
”Ada banyak pertanyaan …(berisi mengenai cerita perjalanan Mary dan Florence di sebuah Taman Nasional)
…jika engkau bertemu adikmu Marianna- Sampaikan salam sayangku kepadanya.

Dengan penuh kasih
Mary

Dapat dilihat dari paragraf penutup surat Mary bahwa dia sangat merasa bersalah terhadap Kahlil dengan ucapan basa basinya-‘salam kepada adik Kahlil, Marianna. Dan wasiat terakhir Mary dikala maut telah dekat kepadanya,” Aku tidak ingin ada upacara pemakaman yang diberikan untukku dan jasadku akan dikremasi dan debu debunya tidak perlu dikumpulkan. Namaku akan ditambahkan ke nama suamiku pada batu nisannya di pemakaman Laurel Grove.” Mary meninggal pada 9 Oktober 1964. Sedangkan suaminya telah mendahuluinya pada 13 September 1936.

Berikut Surat Kahlil kepada Mary

November 7th, 1927

“…lebih dari sekali, selama beberapa hari yang lalu aku dibuat malu dengan pernyataan, kedekatan cinta kasih dan pengertian.
… Dan engkau tahu Mary, aku sangat rindu kampung halaman, namun lebih baik aku tinggal disini dan bekerja. Aku bisa mengerjakan pekerjaanku dengan lebih baik didalam ruangan asing dan tua ini daripada ditempat lain. Ya, aku membutuhkan kehangatan musim dingin ini.

Kahlil

Hidup dalam patah hati dan terkhianati cinta, sungguh pengalaman yang sangat tidak diinginkan oleh bahkan setiap orang. Kahlil mampu hidup dengan itu, malah menjadi kekuatan yang membuat karyanya sebagai seorang penyair-pun rampung. Salah satu nya adalah ‘the prophet’.

B C. Forbes mengatakan history has demonstrated that the most notable winners usually encountered heartbreaking obstacle before they triumphed. They won because they refused to become discouraged by their defeats. (Sejarah telah memperlihatkan bahwa para pemenang yang paling terkenal biasanya menemui rintangan yang menyayat hati sebelum mereka menang. Mereka menang karena tidak mau patah semangat oleh kekalahan kekahalan mereka). Dilematis dari rasa hati terpuruk dan komplek malah menciptakan sebuah kekuatan yang maha besar sehingga dunia menjadi sangat kecil dan tidak ada apa apanya. Cinta memang berbahaya dan menjerat. Ibarat lubang hitam/black hole angkasa bila terperosok maka tidak ada yang tahu apakah keluar atau kembali semula. Namun tidak Kahlil. Dia adalah salah satu yang mampu keluar dari kepelikan tersebut dan berevolusi menjadi penyair patah hati yang menakjubkan.


Fadjri Doel

Terima kasih telah meninggalkan balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s